CIMAHI, BBPPMPV BMTI — Menyambut Hari Lingkungan Hidup, Balai Besar
Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri
(BBPPMPV BMTI) resmi memulai era baru tata kelola rendah karbon. Melalui
peluncuran program Green Office & Green Culture 2026 di kawasan
Kampus BMTI, Cimahi, Jawa Barat, Kamis (4/6), institusi ini menegaskan
posisinya sebagai pionir kampus hijau di Indonesia.
Langkah revolusioner ini diambil sebagai respons cepat sekaligus implementasi nyata Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 15 Tahun 2026 tentang Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Hajatan besar tersebut dihadiri oleh beberapa institusi lintas sektoral mulai dari lembaga-lembaga di bawah Kemendikdasmen di Jawa Barat, Dinas Linkungan Hidup, dan Dinas Pendidikan Kota Cimahi, jajaran Forkopimda, mitra industri, hingga tokoh masyarakat setempat.
Transformasi Fundamental, Bukan Sekadar Kosmetik Visual
Acara peluncuran program Green
Office & Green Culture 2026 diawali dengan senam pagi bersama. Kemudian,
acara dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV BMTI, Heri Susanto, S.Kom.,
M.Kes. Dalam laporannya, Heri menegaskan bahwa momentum ini adalah komitmen bersama
untuk meninggalkan pola kerja administrasi yang masih konvensional.
"Ini bukan sekadar
kosmetik visual, melainkan transformasi fundamental. Kami berkomitmen memangkas
birokrasi kertas (paperless office), mewujudkan zero waste, dan
menggeser budaya kerja lama menuju ekosistem digital yang bersih, adaptif,
serta akuntabel," tegasnya.
Di
atas lahan seluas 130.976 m², aksi nyata langsung dieksekusi secara simultan
melalui harmonisasi lima pilar strategis yang mencakup
- kemandirian energi
dan air dengan sinkronisasi operasional PLTS 20,8 kW dan PLTB 3 kW,
rencana konstruksi PLTMH, serta pembangunan 20 unit sumur resapan demi
menjaga ketahanan air tanah,
- sirkularitas ekonomi
& budaya dengan cara optimalisasi tempat pengelolaan sampah sementara
(TPSS) berbasis tiga fraksi, yaitu konversi limbah plastik menjadi BBM via
mesin pirolisis yang diperkuat dengan internalisasi prinsip 3R melalui in-house
training aparatur secara berkala, dan
- sinergi hijau (RTH) dengan aplikasi manajemen lanskap partisipatif, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk memastikan standar ekologis perkantoran tertinggi.
Merespons Tantangan Global via Green Office
Senada
dengan hal tersebut, Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd.,
menyatakan bahwa langkah strategis ini diambil demi menyelaraskan pendidikan
vokasi dengan tuntutan global, khususnya target Sustainable Development
Goals (SDGs).
"Selamat datang kepada
Bapak Dirjen dan seluruh stakeholders di Kampus Hijau BBPPMPV BMTI.
Berdasarkan proyeksi World Economic Forum, green skills akan
menjadi kompetensi yang paling diburu di dunia kerja hingga tahun 2030. Dunia
vokasi tidak boleh tertinggal," ujarnya.
Baharudin menambahkan,
penerapan tata kelola berbasis Green Human Resource Management (HRM)
terbukti mampu mendongkrak produktivitas dan keterikatan pegawai hingga di atas
dua puluh persen. "Dengan spirit vokasi kuat, industri hebat, kami
pastikan institusi ini menjadi pelopor yang melahirkan SDM yang tidak hanya
andal secara teknis, tapi juga melek ekologi," imbuhnya.
Gerakan ini sekaligus menjadi
manifestasi nyata dari nilai ASN BerAKHLAK dan perwujudan good governance.
Transformasi mencakup pengurangan penggunaan kertas secara drastis, efisiensi
energi yang terukur, penanganan sampah berbasis zero waste office, dan
penciptaan budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, serta sehat.
BBPPMPV BMTI sebagai Hub Vokasi Ramah Iklim
Aksi
nyata ini mendapat apresiasi penuh dari Direktur Jenderal Pendidikan Menengah
dan Pendidikan Khusus, Tatang Mutaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D. yang hadir langsung
untuk meresmikan program.
"Kehadiran
Bapak dan Ibu sekalian membuktikan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab
kolektif kita bersama," kata Tatang dalam pidato kuncinya.
Menurut
Tatang, institusi publik yang mampu menekan emisi, transparan mengelola energi,
dan bijak mengelola sampah akan mendapatkan kepercayaan publik yang jauh lebih
tinggi.
"BMTI Cimahi harus menjadi model nasional bagi seluruh ekosistem pendidikan vokasi. Dengan mengucap bismillah, Program Green Office & Green Culture resmi dibuka." — Tatang Mutaqin, Dirjen Dikmen Sus
Mengembalikan Keseimbangan Alam
Usai
seremoni peresmian, Tatang Mutaqin didampingi Kepala Balai dan Kabag TU
langsung memimpin aksi lapangan di area kampus.
Aksi
diawali dengan pemasangan lubang biopori secara simbolis untuk memaksimalkan
infiltrasi air tanah dan mencegah genangan. Tak hanya itu, dilakukan pula
penanaman pohon kemiri sunan sebagai simbol mitigasi karbon dan konservasi
lingkungan yang bernilai ekonomi terutama pendukung program pemerintah bahan
bakar minyak alami terbarukan.
Sebagai
penutup komitmen terhadap keseimbangan ekosistem lokal, dilakukan penebaran
benih ikan nila di kolam kampus serta pelepasan burung kutilang ke alam bebas.
Melalui gerakan ini, BBPPMPV BMTI optimistis transformasi dari lingkungan
kantor mampu menular menjadi gerakan sosial yang lebih masif. (Penulis Doni
TP, Editor Yusup I)
Hijau Hari Ini, Lestari Selamanya.
Galery Foto