Informasi

BBPPMPV BMTI Gelar Pelatihan Internal Calon Pengajar Upskilling 2026

22 Januari 2026
Penulis: Administrator
64 kali Berita ini dilihat
3 kali Berita ini dibagikan
Gambar BBPPMPV BMTI Gelar Pelatihan Internal Calon Pengajar Upskilling 2026
Calon Pengajar Upskilling 2026

Cimahi, BBPPMPV BMTI — Mengawali tahun 2026, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) menyelenggarakan In House Training Calon Pengajar Upskilling 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan widyaiswara dan calon fasilitator yang profesional, adaptif, serta selaras dengan arah kebijakan transformasi pendidikan vokasi.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 20–22 Januari 2026, dirancang sebagai penguatan kompetensi pedagogis dan profesional pengajar vokasi. Program ini mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya dalam penguatan kedaulatan pedagogis guru, integrasi koding dan kecerdasan artifisial (KA), layanan peserta didik, serta implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagaimana ditekankan dalam regulasi dan kebijakan strategis di Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Deskripsi gambar
Pembukaan IHT oleh Kusmana, S.Pd., Ketua Tim Kerja Peningkatan Kompetensi dan Kerja Sama

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kusmana, S.Pd., Ketua Tim Kerja Peningkatan Kompetensi dan Kerja Sama BBPPMPV BMTI, yang mewakili Kepala Balai. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengajar vokasi perlu memiliki kesiapan yang komprehensif dalam menghadapi perubahan paradigma pembelajaran di era digital.

Upskilling pengajar tidak hanya berorientasi pada penguatan pedagogi, tetapi juga pada relevansi kompetensi kejuruan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kedaulatan Pedagogis Guru di Era Koding dan KA

Deskripsi gambar
Penyampaian materi oleh SKM M. Muchlas Rowi

Materi utama pada hari pertama disampaikan oleh M. Muchlas Rowi dari Kemendikdasmen dengan tema Kedaulatan Pedagogis Guru di Era Koding dan Kecerdasan Artifisial. Ia menegaskan bahwa penguasaan koding dan pemahaman kecerdasan artifisial merupakan kebutuhan mendasar dalam sistem pendidikan, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

Menurutnya, pengenalan koding sejak usia dini berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, serta literasi digital peserta didik, yang menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Integrasi koding dan kecerdasan artifisial dalam kurikulum sekolah bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan fundamental dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan berkelanjutan,” tegas Muchlas.

Deskripsi gambar
Penyampaian materi oleh Dwi Wahyu Widiastuti, Widyaiswara Ahli Madya BBPPMPV BMTI

Masih di hari yang sama, materi dilanjutkan oleh Dwi Wahyu Widiastuti, Widyaiswara Ahli Madya BBPPMPV BMTI, yang membahas dasar-dasar koding sebagai fondasi teknologi pembelajaran digital. Materi ini menekankan pentingnya digital learning dan computational thinking sebagai bagian dari kompetensi esensial pengajar di era transformasi pendidikan.

Penguatan Layanan BK dan Pembelajaran Inklusif

Deskripsi gambar
Pemaparan materi oleh Widyaiswara Ahli Madya BBGTK Jawa Barat, Asep Zuhara Argawinata

Pada hari kedua, pelatihan diisi oleh tim dari BBGTK Jawa Barat dengan menghadirkan Asep Zuhara Argawinata, Widyaiswara Ahli Madya, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan materi fasilitasi konsep layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen, khususnya melalui penguatan pendekatan 7 Jurus BK Hebat.

Asep menjelaskan bahwa layanan BK tidak lagi diposisikan sebagai fungsi pendukung semata, melainkan sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kesejahteraan peserta didik. Tujuh jurus yang diperkenalkan mencakup upaya 1) mengenali potensi siswa melalui asesmen minat, bakat, dan gaya belajar; 2) penguatan kemampuan mengelola emosi melalui pembelajaran sosial-emosional; serta 3) penumbuhan resiliensi untuk membangun growth mindset dan daya juang siswa. Selain itu, ditekankan pula pentingnya 4) menjaga konsistensi melalui penanaman disiplin positif dan kebiasaan baik, 5) menjalin koneksi melalui komunikasi yang empatik antara guru dan murid, 6) membangun kolaborasi yang sinergis antara sekolah, orang tua, dan komunitas, serta 7) menata situasi belajar agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Melalui materi tersebut, ditegaskan bahwa layanan BK memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kesiapan belajar peserta didik. Pendekatan ini sejalan dengan mandat Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menekankan layanan peserta didik secara holistik dan berpusat pada murid, sebagai fondasi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan.

Deskripsi gambar

Sesi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai model pembelajaran berdiferensiasi sebagai pendekatan strategis untuk membangun kelas inklusif yang efektif. Materi ini memberikan panduan komprehensif bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan ini menegaskan komitmen pendidikan nasional terhadap prinsip keadilan (equity) dan inklusi (inclusion), sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai dengan potensinya masing-masing.

Fokus Koding dan Implementasi Pembelajaran Mendalam

Pada hari terakhir, pelatihan difokuskan pada koding sebagai prioritas strategis yang terintegrasi dengan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Topik ini menjadi salah satu materi wajib dalam program upskilling dan reskilling pengajar tahun 2026, sebagaimana diarahkan oleh Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.

Deskripsi gambar
Hari Suryahadi Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda.

Pendekatan pembelajaran mendalam menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif, sehingga peserta didik tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan daya adaptasi terhadap perubahan zaman oleh Hari Suryahadi, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda.

Melalui pelatihan ini, BBPPMPV BMTI menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pengajar vokasi yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung implementasi kebijakan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.***(Penulis : Doni TP, Editor : Herna).