Informasi Umum

Dengan Kolaborasi Kuat, Pendidikan akan Hebat

06 Juli 2026
Penulis: Administrator
85 kali Berita ini dilihat
0 kali Berita ini dibagikan
Gambar Dengan Kolaborasi Kuat, Pendidikan akan Hebat

Cimahi, BBPPMPV BMTI — Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang baik agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi diri mereka (UU Sisdiknas, 2003). Untuk mewujudkan pendidikan hebat, bermutu, dan terjangkau untuk semua kalangan, diperlukan sebuah kolaborasi, yaitu upaya sinergis dari berbagai pihak. Bekerja sama demi mencapai tujuan, saling membantu, membagi tugas, dan saling melengkapi merupakan praktik nyata sebuah kolaborasi. Semangat kolaborasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata kemudian meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Muncul sebuah pertanyaan. Siapa saja yang harus berkolaborasi untuk menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua?

Mereka yang harus bersinergi dalam dunia pendidikan yang utama adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai pembuat kebijakan dalam dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan berbagai kebijakan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti program pendidikan gratis, penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, Kemendikdasmen berperan dalam meningkatkan kualitas sarana pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital, laptop, dan hard disk bagi sekolah. Upaya lainnya mencakup memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan, serta meningkatkan kompetensi pendidik melalui berbagai program pelatihan dan pemberian beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana.

Pihak lain yang harus berkolaborasi adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus mendorong pendidik agar saat mengajar tidak hanya fokus pada hafalan materi, tetapi juga menerapkan pendekatan deep learning, sebuah metode yang mengedepankan pemikiran kritis dan pengembangan karakter siswa. Kemudian. pengawas sekolah juga harus mampu memberi pendampingan kepada pendidik dalam merancang aktivitas pengalaman belajar yang bermakna.

Peran keluarga tidak dapat dianggap remeh dalam hal kontribusi terhadap pendidikan. Pendidikan karakter pertama dan terutama dimulai dari keluarga. Orang tua harus aktif memantau perkembangan anak dan menjalin komunikasi dua arah yang efektif dengan pihak sekolah, misalnya melalui forum kegiatan parenting. Pendampingan orang tua sangat penting saat anak mengakses media digital agar mereka dapat menjadi anak yang melek teknologi digital, tetapi bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya. Dengan bimbingan yang tepat oleh orang tua, anak akan belajar mengenali konten yang sesuai dengan usia mereka, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi secara positif dan aman.


Kelompok dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja turut juga menyokong kualitas pendidikan. Misalnya, program link and match dengan industri dapat membantu menghubungkan pembelajaran di sekolah kejuruan dengan kebutuhan tenaga kerja di industri sehingga lulusan sekolah dapat siap bekerja. Program ini menjadi jembatan dunia pendidikan dengan dunia industri. Terakhir, pihak yang harus berkolaborasi adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka biasanya merupakan sosok teladan di masyarakat. Melalui keteladanan dan bimbingan mereka, masyarakat akan menyadari bahwa pendidikan merupakan kebutuhan pertama dan utama.

Pendidikan yang hebat, berkualitas dan terjangkau untuk semua bukanlah tujuan yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Itu merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan energi besar. Dibutuhkan strategi kolaborasi kuat lewat partisipasi semua elemen sesuai peran masing-masing. Pemerintah menyediakan sarana prasarana. Pengawas sekolah mendampingi pendidik memberi inspirasi. Pendidik memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. Orang tua menjadi kontrol pola belajar anak. Kemudian, masyarakat memberi pengawasan dan dukungan.

Semangat kolaborasi yang kuat dalam gerakan bersama memastikan bahwa tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam mengejar pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Dengan menerapkan startegi partisipasi semesta yang melibatkan berbagai mitra, mari jadikan setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah pendidik sebagai jembatan menuju Indonesia emas 2045. ***Penulis: Zaimul Ihsany (Editor: Yusup, Ilustrasi: GenerativeAI)

Penulis merupakan Pengawas KCD Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Juara 3 Lomba Menulis Artikel Populer BBPPMPV BMTI dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Aksesibilitas Pengaturan Aksesibilitas