Cimahi, BBPPMPV
BMTI — Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang baik agar
siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi diri mereka (UU Sisdiknas, 2003).
Untuk mewujudkan pendidikan hebat, bermutu, dan terjangkau untuk semua
kalangan, diperlukan sebuah kolaborasi, yaitu upaya sinergis dari berbagai
pihak. Bekerja sama demi mencapai tujuan, saling membantu, membagi tugas, dan
saling melengkapi merupakan praktik nyata sebuah kolaborasi. Semangat
kolaborasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
poin ke-4, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata kemudian
meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Muncul sebuah pertanyaan. Siapa saja yang harus
berkolaborasi untuk menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua?
Mereka yang harus
bersinergi dalam dunia pendidikan yang utama adalah Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai pembuat kebijakan dalam dunia
pendidikan. Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan berbagai kebijakan
untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti program pendidikan gratis,
penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Program Indonesia Pintar
(PIP). Selain itu, Kemendikdasmen berperan dalam meningkatkan kualitas sarana
pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital, laptop, dan hard disk
bagi sekolah. Upaya lainnya mencakup memastikan anak-anak dari keluarga kurang
mampu tetap memperoleh akses pendidikan, serta meningkatkan kompetensi pendidik
melalui berbagai program pelatihan dan pemberian beasiswa bagi guru yang belum
memiliki gelar sarjana.
Pihak lain yang
harus berkolaborasi adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus mendorong
pendidik agar saat mengajar tidak hanya fokus pada hafalan materi, tetapi juga
menerapkan pendekatan deep learning, sebuah metode yang mengedepankan
pemikiran kritis dan pengembangan karakter siswa. Kemudian. pengawas sekolah juga
harus mampu memberi pendampingan kepada pendidik dalam merancang aktivitas
pengalaman belajar yang bermakna.
Peran keluarga tidak dapat dianggap remeh dalam hal kontribusi terhadap pendidikan. Pendidikan karakter pertama dan terutama dimulai dari keluarga. Orang tua harus aktif memantau perkembangan anak dan menjalin komunikasi dua arah yang efektif dengan pihak sekolah, misalnya melalui forum kegiatan parenting. Pendampingan orang tua sangat penting saat anak mengakses media digital agar mereka dapat menjadi anak yang melek teknologi digital, tetapi bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya. Dengan bimbingan yang tepat oleh orang tua, anak akan belajar mengenali konten yang sesuai dengan usia mereka, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi secara positif dan aman.
Kelompok dunia
usaha, dunia industri, dan dunia kerja turut juga menyokong kualitas
pendidikan. Misalnya, program link and match dengan industri dapat membantu
menghubungkan pembelajaran di sekolah kejuruan dengan kebutuhan tenaga kerja di
industri sehingga lulusan sekolah dapat siap bekerja. Program ini menjadi
jembatan dunia pendidikan dengan dunia industri. Terakhir, pihak yang harus
berkolaborasi adalah tokoh
agama dan tokoh masyarakat. Mereka biasanya merupakan sosok teladan di
masyarakat. Melalui keteladanan dan bimbingan mereka, masyarakat akan menyadari
bahwa pendidikan merupakan kebutuhan pertama dan utama.
Pendidikan yang
hebat, berkualitas dan terjangkau untuk semua bukanlah tujuan yang bisa dicapai
dalam waktu singkat. Itu merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan energi
besar. Dibutuhkan strategi kolaborasi kuat lewat partisipasi semua elemen
sesuai peran masing-masing. Pemerintah menyediakan sarana prasarana. Pengawas
sekolah mendampingi pendidik memberi inspirasi. Pendidik memberi pengalaman
belajar yang bermakna bagi murid. Orang tua menjadi kontrol pola belajar anak. Kemudian,
masyarakat memberi pengawasan dan dukungan.
Semangat kolaborasi
yang kuat dalam gerakan bersama memastikan bahwa tidak ada satu pun anak
Indonesia yang tertinggal dalam mengejar pendidikan yang berkualitas dan
terjangkau. Dengan menerapkan startegi partisipasi semesta yang melibatkan
berbagai mitra, mari jadikan setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang
adalah pendidik sebagai jembatan menuju Indonesia emas 2045. ***Penulis:
Zaimul Ihsany (Editor: Yusup, Ilustrasi: GenerativeAI)
Penulis merupakan Pengawas KCD Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Juara 3 Lomba Menulis Artikel Populer BBPPMPV BMTI dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.
Pengaturan Aksesibilitas