Informasi

PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI VOKASI BERBASIS TEKNOLOGI DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MASA DEPAN INDUSTRI

10 Maret 2026
Penulis: Administrator
29 kali Berita ini dilihat
0 kali Berita ini dibagikan
Gambar PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI VOKASI BERBASIS TEKNOLOGI DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MASA DEPAN INDUSTRI
Upreskilling Batch 2

Deskripsi gambar

Kepala BBPPMPV BMTI bernyanyi bersama dengan seluruh peserta

Cimahi, BBPPMPV BMTI — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah. Salah satunya diwujudkan melalui Program Upskilling dan Reskilling bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Batch 2 yang diselenggarakan oleh BBPPMPV Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI) pada 25 Februari hingga 15 Maret 2026.

Program ini menghadirkan 15 pelatihan strategis yang mencerminkan perkembangan teknologi industri masa kini, mulai dari teknologi digital, manufaktur, konstruksi, energi terbarukan, hingga otomotif. Kelima belas pelatihan tersebut meliputi Infrastruktur Cloud dan Data Center, Desain Grafis Terintegrasi AI, BIM Pemodelan Arsitektur, Smart Building berbasis KNX, Industrial Robotics, Perawatan dan Perakitan Mobil Listrik, Engine Management System, Inventory Control Specialist, Desain Gambar Manufaktur dengan CAD, Pemrograman Perangkat Bergerak (PPLG), GMAW Level 1, Estimasi Biaya Konstruksi, Pengoperasian Instalasi Bahan Bakar Nabati, Pemasangan dan Pembangunan Turbin, Generator, dan Transmisi Mekanik PLTMH, serta Pengembangan PKK Berbasis Artificial Intelligence.

Salah satu pelatihan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Gas Metal Arc Welding (GMAW) Level 1, yang bertujuan memperkuat kompetensi guru SMK di bidang teknik pengelasan agar semakin selaras dengan kebutuhan industri manufaktur dan fabrikasi logam.

Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Senin, 2 Maret 2026 oleh Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kunci utama dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi.

Deskripsi gambar

Kepala BBPPMPV BMTI memberikan motivasi kepada seluruh peserta

“Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kompetensinya, maka yang sesungguhnya sedang dibangun adalah masa depan generasi muda. Guru vokasi harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu menyiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan sistem blended learning, yaitu menggabungkan pembelajaran daring dan praktik langsung di bengkel pelatihan. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung selama 148 jam pelajaran, terdiri dari 48 jam pembelajaran daring selama tiga hari pada 25–27 Februari 2026, dilanjutkan 100 jam praktik pelatihan di BBPPMPV BMTI, serta diakhiri dengan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dijadwalkan berakhir pada 15 Maret 2026.

Pada tahap pembelajaran daring, peserta mendapatkan penguatan literasi teknologi pembelajaran melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan berbagai platform digital yang mendukung proses belajar mengajar. Pendekatan ini menjadi penting karena pendidikan vokasi saat ini tidak hanya menuntut penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Deskripsi gambar
Peserta belajar setting mesin GMAW Bersama Widyaiswara

Memasuki tahap praktik di bengkel, peserta mengikuti pelatihan inti yang berfokus pada peningkatan kompetensi dasar pengelasan menggunakan metode GMAW, salah satu proses pengelasan yang banyak digunakan dalam industri manufaktur dan fabrikasi logam. Kegiatan praktik ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan bengkel pelatihan sehingga peserta dapat memahami proses kerja secara lebih nyata.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mentransformasikan kompetensi yang diperoleh ke dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Pengalaman belajar selama pelatihan diharapkan dapat memperkuat implementasi Teaching Factory di SMK, sehingga proses pembelajaran di bengkel semakin mendekati praktik kerja di dunia industri.

Deskripsi gambar

Salah satu peserta presentasi materi GMAW level 1

Program ini sekaligus menunjukkan komitmen BBPPMPV BMTI dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas guru yang berkelanjutan, diharapkan SMK mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Deskripsi gambar

Kerja Kelompok inspeksi hasil lasan GMAW level 1

Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan vokasi dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.*** Penulis Doni TP